Beranda Artikel Apakah Tokusatsu Adalah Tayangan Untuk Orang Dewasa?

[Toku-talk] Apakah Tokusatsu Adalah Tayangan Untuk Orang Dewasa?

3617
0

Tokusatsu, secara harafiah memiliki arti sebuah tayangan atau film yang menggunakan special effect. Secara arti meluas apapun sebuah film atau serial televisi yang menggunakan special effect dalam hal ini lebih umum menggunakan CG (Computer Graphic), sudah termasuk dalam kategori Tokusatsu. Namun seiring perkembangan jaman, arti Tokusatsu menyempit menjadi genre dari film yang menceritakan Super Hero yang bisa berubah wujud dari bentuk manusia ke karakter Super Hero yang umumnya full costume dari ujung kaki hingga helm.

Eiji Tsuburaya yang dikenal sebagai bapak Ultraman ini mempopulerkan Tokusatsu dengan hadirnya Ultraman pada tahun 1966. Hadirnya Ultraman sebagai serial televisi berhasil menghadirkan Tokusatsu sebagai booming pada jamannya. Berkembangnya Tokusatsu berkembang hingga munculnya Kamen Rider pada tahun 1971.

Eiji Tsuburaya dengan Ultraman
Eiji Tsuburaya dengan Ultraman

Mahakarya dari Shotaro Ishinomori ini semakin mengembangkan genre Tokusatsu di Jepang. Tayangan-tayangan ini berhasil membuat gebrakan pada televisi karena menghadirkan karakter para super hero yang lekat pada anak-anak. Pesan moral yang terkandung pada tiap episode, karisma sang pahlawan, tak luput menjadikan para pahlawan ini menjadi public figure anak-anak pada jamannya.

Tokusatsu sudah berkembang hingga saat ini Tokusatsu masih eksis dan popularitasnya pun semakin meluas, tidak hanya anak-anak, namun segala kalangan dapat ditemukan menikmati tayangan Tokusatsu ini.

Shotaro Ishinomori dengan Kamen Rider Black
Shotaro Ishinomori dengan Kamen Rider Black

Dilansir dari data rating TV untuk tayangan tokusatsu di blog Shicouseiko, demografi penonton rata menyeluruh mendapatkan penonton dari anak-anak, remaja, dewasa, pria dan wanita. Target anak-anak, tentu saja menempati perolehan tertinggi untuk penonton. Alasan demografi ini juga sampai saat ini dikembangkan menjadi taktis tersendiri bagi para produsen Tokusatsu.

Para anak-anak terlihat menikmati tayangan Tokusatsu, namun para orang dewasa terlihat lebih mendedikasikan Tokusatsu bukan hanya sebagai tontonan mingguan, bahkan menjadi Hobby utama, tidak hanya sebagai penonton, namun juga sebagai kolektor, bahkan bisnis.

Pada kesempatan ini, kru I-Toku akan membahas sebenarnya untuk kalangan mana Tokusatsu ini diperuntukkan.

Perlu ditekankan, tulisan dibawah adalah opini pribadi dari penulis. Tentu banyak yang tidak setuju, dan memiliki pendapat lain.

Target pasar

Sebagai target demografi utama dalam industri TV dengan kode KIDS usia 4-12,  pemasaran Tokusatsu pada dasarnya ditargetkan untuk para anak-anak, terutama di negara asalnya, Jepang. Hingga saat ini, tentu saja Tokusatsu berkembang dalam hal konsumen. Para anak-anak berkembang dewasa, dan banyak orang dewasa yang pada masa kecilnya mungkin tidak mengenal Tokusatsu namun tertarik dan mulai menyukainya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa para konsumen dewasa merupakan target nomor 2 dari Tokusatsu pada umumnya. Kesampingkan dahulu beberapa seri yang memang ditujukan untuk konsumen dewasa. Kamen Rider, Super Sentai, dan Ultraman yang merupakan genre Tokusatsu yang paling berkembang, tetap berupaya bahwa serial mereka dapat diterima di kalangan anak-anak namun tetap menjaga bahwa para fans dewasa pun akan menyukai serial ini.

Salah satu tayangan yang memang menarget fans baru dan fans dewasa yang dulunya pernah anak-anak misalnya Gokaiger. Hasil rata-rata rating tayangan ini kedua paling tinggi setelah anak-anak diperoleh oleh demografi pria usia 35-49 dan yang ketiga adalah wanita usia 35-49.

Tokusatsu dalam hal ini lebih terlihat pada Super Sentai dan Ultraman, dimana kedua genre ini menghadirkan cerita yang ringan dan dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak. Namun seiring perkembangan jaman, Toei mulai menampilkan kompleksitas pada sisi cerita untuk dapat dinikmati juga oleh konsumen dewasa.

anak-anak kamen rider

Jadi siapa sebenarnya target utama dalam bisnis Tokusatsu? Tentu saja anak-anak. Apakah ada penonton Tokusatsu baru yang mengenal Tokusatsu secara kebetulan lalu tertarik membeli mainan alat berubah berbentuk telepon genggam yang bisa dijadikan kubus rubik? Atau robot yang terbentuk dari kubus tumpuk? Bukan tidak mungkin, tapi kecil kemungkinan.

Namun bagaimana untuk anak-anak? Di Jepang sendiri Zyuoh Changer laku keras untuk konsumen anak-anak, para anak-anak sangat menyukai para pahlawan dengan motif binatang ini, dan sangat menyukai alat perubah berbentuk unik ini. Hal ini juga dibuktikan bahwa mainan Tokusatsu umumnya memiliki ukuran untuk anak-anak, sedangkan untuk ukuran dewasa akan hadir secara premium.

CSM - Lini mainan dengan ukuran dewasa namun dengan harga tinggi
CSM – Lini mainan dengan ukuran dewasa namun dengan harga tinggi

Target utama produsen mainan adalah anak-anak, mereka terus berupaya menghadirkan inovasi dalam bentuk mainan. Mungkin para fans dewasa banyak yang berpikir bahwa produsen mainan ini terlalu memaksakan ide baru. Namun produsen berpikir dari sudut pandang anak-anak.

Tentu saja penargetan ke demografi ini bukan hanya isapan jempol bagi industri. Misalnya pada periode tahun ini, mainan DX Ghost Driver laku keras sampai memperoleh penghargaan Japan Toy Awards dalam kategori Hit Sales (sumber: Toy Awards).

Normalnya anak-anak di Jepang yang menonton Tokusatsu secara normal hingga akhir sekolah dasar, diluar itu mereka menonton karena hobby. Salah satu sifat anak-anak adalah bosan dengan mainannya. Bandai selaku produsen tentu mengambil jalan nekat dengan merilis mainan yang “inovatif” bahkan nyeleneh akhir-akhir ini. Namun bila melihat dari sudut pandang anak-anak. Kehadiran mainan dengan play ability yang berbeda-beda membuat para anak-anak merasa sangat ingin memiliki mainan baru tersebut.

Hadirnya mainan baru serta form baru membuat para anak-anak sangat antusias menunggu debutnya di seri, dan saat mereka sangat menyukainya, mereka akan merengek pada orang tua mereka untuk mendapatkan mainan yang sangat diinginkan tersebut. Dalam hal ini Toei yang berhasil menjadikan Kamen Rider sebagai “iklan mahal” telah sukses besar.

Buruk? Atau inovatif?
Buruk? Atau inovatif?

Para fans dan kolektor dewasa tentu menginginkan mainan yang hadir dengan gimmick yang keren dan tidak jauh dari konsep utama seri tersebut (dalam hal ini lebih sering terjadi pada Kamen Rider). Fans dewasa mungkin menginginkan kompleksitas dan unsur “dark” pada seri maupun mainannya. Namun dari sudut pandang anak-anak, bila Kamen Rider terus memakai konsep henshin belt seperti jaman Showa, mereka hanya akan bosan, setiap tahun menerima mainan dengan bentuk berbeda namun cara bermain yang sama.

Serial Kamen Rider pasca Decade yang saat ini mengalami penurunan minat yang drastis dari penonton dewasa pun tidak menurunkan minat anak-anak pada seri ini. Data rating penonton mengungkapkan tayangan setelah OOO, dalam kategori usia 13-19 menurun hingga 70%, dengan pria 20-29 menurun sekitar 30% (naik pada Wizard dan Gaim kemudian turun lagi pada Drive). Hingga Ghost kini penurunan sejak W terhadap penonton dewasa adalah sekitar 37%.

Namun kembali lagi pada fakta bahwa Toei selaku produsen berhasil memikat para target konsumen utama. Jadi memang bisa dibilang kalau Tokusatsu memang tontonan bocah atau tontonan anak kecil, walau pada akhirnya kehilangan para fans dewasa dalam serial sekarang ini.

Hadirnya Tokusatsu Dewasa

Kamen Rider The Next
Kamen Rider The Next

Suksesnya Tokusatsu akhirnya mulai merambah, dari fokus untuk anak-anak akhirnya muncul beberapa film, bahkan seri yang ditujukan khusus untuk konsumen dewasa. Sebutlah Kamen Rider The First dan The Next, Garo, dan seri-seri lainnya. Namun kehadiran seri ini hanyalah sebagian kecil dari total Tokusatsu yang beredar.

Tokusatsu dalam format dewasa ini hadir sebagai apresiasi bagi para fans dewasa yang setia mengikuti Tokusatsu. Bila memang Tokusatsu memiliki target orang dewasa, maka seri inilah yang lebih banyak menghiasi layar kaca ketimbang seri-seri yang tayang pada hari minggu pagi.

Tokusatsu dewasa ini hadir untuk memuaskan rasa haus bagi para fans Tokusatsu dewasa yang rindu akan hadirnya Tokusatsu dengan tema gelap dan memiliki cerita yang kompleks dibarengi dengan aksi yang memukau. Para fans dewasa pun sanggat menyambut hadirnya film maupun seri ini, lihat saja serial Garo yang berhasil bukan hanya menghadirkan seri Tokusatsu yang sangat disukai fans dewasa, namun juga berhasil membuat sebuah dunia (universe) yang luas, dimana konsep dunia yang luas ini terus berkembang tidak hanya melalui serial televisi, namun juga media layar lebar, serta anime, dan novel.

garo

Namun apakah dengan hadirnya Tokusatsu dewasa ini, maka Tokusatsu dapat dikatakan tontonan untuk orang dewasa? Bila yang ditonton adalah seri tersebut maka ya. Namun kembali lagi Tokusatsu lebih lebih mayoritas, hadir untuk konsumen anak-anak.

Lalu apabila orang dewasa yang menonton Tokusatsu bisa dibilang kekanak-kanakan? Dalam hal ini kembali ke konsumen itu sendiri. Apakah ia mengagumi seri ini sebagai hobby yang positif? Atau ia akan berusaha membela kecintaannya dari para pahlawan ini dengan berbagai media komunikasi, menyatakan membenci sebuah seri namun tetap diam-diam memiliki produknya, tentu saja bisa dikatakan kekanak-kanakan.

Bila para fans bisa mengimbangi hobbynya dengan social dan komunikasi yang baik, tidak menutup kemungkinan bahkan bisa dipastikan hobby ini dapat dilihat sebagai hobby positif bahkan dilihat sebagai keunikan dari individu tersebut. Namun bila berusaha agar hobby kita dianggap dewasa, social bisa saja justru semakin tidak percaya kata-kata tersebut.

garo 02

Konsumen dewasa pada hal ini tentu tidak juga dipandang sebelah mana, terbukti dengan hadirnya Fan-service dalam berbagai bentuk yang hanya bisa dinikmati oleh konsumen tertentu saja, namun hal ini akan kami bahas dilain kesempatan.

Jadi sebenarnya Tokusatsu ini tayangan anak-anak atau dewasa? Tergantung apa yang anda tonton, namun secara keseluruhan Tokusatsu adalah tayangan anak-anak. Sampai saat ini penulis pun banyak bergabung dalam komunitas Tokusatsu yang mayoritas berusia dewasa, namun tidak berusaha meyakinkan publik bahwa hobby kami milik orang dewasa, namun fans Tokusatsu adalah orang dewasa yang sangat menyukai Tokusatsu dan berbagai pesona yang ditampilkan, walau target utamanya adalah anak-anak sekalipun.

Punya opini lain? Tuangkan pada kolom komentar dibawah ini. Lets Discuss!